Minggu, 16 April 2017

8 Kehebatan Lensa Kit


1. Lensa kit itu ringan dan simple.

Tak bisa dipungkiri kalau lensa kit itu salah satu lensa yang ringan dan simple, contoh sederhananya adalah lensa kit yang dimiliki Canon, dengan panjang fokal klasik 18-55mm beratnya tidak lebih dari 210 gram dengan ukuran panjang maksimalnya hanya 6 cm.  Lensa ini sangat praktis dan tidak akan membebani anda khususnya jika bepergian. Bukan hal yang menyenangkan  jika harus menenteng lensa plus kamera, dengan bobot 1.5kg disaat anda pengennya santai berlibur.

2. Panjang fokal lensa yang fleksibel

Umumnya lensa kit yang beredar di pasaran, memiliki panjang fokal 18-55 mm, untuk fotografi harian atau secara umum, panjang fokal seperti itu sudah cukup memadai untuk bisa mengcover keperluan pemotretan. Di panjang fokal 18mm anda sudah bisa mendapatkan foto dengan perspektif lebar setara 27mm di kamera full frame, bagi yang memiliki hobi foto landscape atau pemandangan alam, itu sudah cukup memadai. Sedangkan di panjang fokal 55mm sudah cukup untuk memotret orang atau model, mau candid pun bisa asal tidak terlalu jauh.

3. Memotret makro lebih mudah

Kemampuan foto makro yang dimiliki oleh lensa kit cukup mengagumkan, hal itu karena lensa kit memiliki minimum focus distance yang cukup dekat, artinya anda bisa memotret cukup dekat dengan objek yang ingin anda ambil gambarnya. Pada lensa lain, jika terlalu dekat dengan objek yang akan difoto, lensa tersebut biasanya tidak bisa mengunci fokus. Berbeda dengan lensa kit yang tetap bisa mengunci fokus, meski jaraknya cukup dekat dengan objek foto.

4. Hasil foto yang tajam

Banyak yang mengeluhkan hasil foto dengan lensa kit tidak cukup tajam, sayangnya itu mereka katakan karena mereka membandingkan lensa kit dengan lensa yang jauh lebih mahal, misalnya dibandingkan dengan lensa L series Canon yang harganya berlipat ganda. etiap lensa pada dasarnya memiliki sweet spot lens atau bukaan paling tajam lensa, dimana lensa akan mereproduksi foto yang tajam pada bukaan tertentu, dan itu biasanya pada bukaan yang kecil atau dua stop dari bukaan terbesarnya. Sedangkan pada lensa kit, anda akan bisa mendapatkan foto dengan ketajaman maksimum bila anda menggunakan aperture yang kecil, ditandai dengan nilai f besar, misalnya f/8-f/11, tentu juga harus diimbangi dengan ketersediaan cahaya yang cukup pastinya.
5. Harga yang murah tapi tak murahan
Saya rasa untuk keistimewaan yang ini tidak membutuhkan penjelasan yang panjang lebar, kita semua sudah tahu bagaimana harga lensa kit yang sangat terjangkau, bahkan bisa dikatakan gratis kalau kita membeli satu paket dengan kamera baru. Mengapa harga lensa kit bisa begitu terjangkau? Sesuai dengan hukum pemasaran, untuk menekan harga jual maka selain menekan ongkos produksi, kita juga harus meningkatkan jumlah produksi. Lensa kit bisa dikatakan salah satu lensa yang paling banyak diproduksi, nah otomatis ongkos produksinya bisa lebih rendah lagi tentunya.

6. Lensa kit mudah untuk memotret low key

Dalam memotret Low Key kita membutuhkan bukaan lensa yang sangat kecil, agar supaya cahaya dari background tidak bocor. Prinsip dasar low key adalah kita membuat foto dengan background yang gelap total atau hitam, bagian yang terang hanya objek atau model yang ingin kita foto. Lensa kit memiliki aperture yang bisa dikecilkan sampai nilai f/32. Dengan bukaan sekecil itu kita bisa dengan mudah mendapatkan foto low key, bandingkan dengan lensa 50mm yang bukaan minimalnya hanya sampai f/16

7. Ukuran filter yang mudah didapat dan murah

Ukuran filter lensa kit umumnya adalah 52mm, nah bagi anda yang suka menggunakan foto slow speed dengan filter ND, atau pun anda suka memasang jenis filter lainnya, harga filter berbanding lurus dengan ukuran filter, semakin besar diameter filter,

8. Bokeh

Bokeh dari lensa kit sebenarnya bisa kita dapatkan, jika kita mengatur jarak antara lensa dengan objek yang akan kita foto. seperti pada foto makro di atas, disitu kita bisa lihat ada batas yang cukup jelas antara bagian yang tajam, dengan bagian yang blur. Gunakan fokal length paling panjang atau di  jarak fokal 55mm, kemudian usahakan kamera dengan objek cukup dekat, sementara jarak objek dengan background cukup jauh, maka kita bisa mendapatkan bokeh yang kita inginkan.

Kelemahan dan kekurangan lensa KIT


Lensa kit adalah salah satu lensa yang cukup populer dan banyak digunakan pengguna kamera DSLR. Hal ini lantaran lensa ini biasa dijual satu paket dengan produk kamera dan sepertinya sangat efektif untuk belajar fotografi bagi pemula. Karena merupaka lensa bawaan, ada banyak kelemahan dan kekurangan meskipun itu bisa diminimalisir.
Dengan adanya kekurangan lensa kit yang sangat mencolok, akhirnya banyak fotografer yang meremehkan lensa ini sehingga kebanyakan sudah melakukan upgrade dengan lensa yang kualitas dan spesifikasinya lebih baik. Namun sebenarnya juga ada kelebihannya, terutama pada harga. Selain itu, lensa ini juga bisa dimaksimalkan penggunaannya karena lensa ini bisa dipakai sebagai Tele pendek maupun wide angle. Pada produk DSLR Nikon, lensa ini umumnya berukuran 18-55mm meskipun ada juga kit dengan ukuran 18-105mm.
Untuk ukuran 18-55mm biasanya tersedia satu paket dengan DSLR Nikon kelas entry level hingga menengah, contohnya Nikon D3000, D5100, D40, dan lain-lain. Sedangkan lensa 18-105mm biasa dijual satu paket dengan DSLR Nikon kelas menengah hingga kelas pro, contohnya pada Nikon D90, D7000, D7100, D300S dan lain-lain. Sedangkan untuk produk DSLR Canon, lensa yang tersedia memang lebih variatif dalam hal ukuran, di antaranya adalah 18-55mm, 18-135mm, 17-85mm, 15-85mm, dan 24-105mm dengan spesifikasi berbeda. Menggunakan lensa kit bukan berarti Anda akan menghasilkan foto yang buruk, karena perangkat ini bisa dimaksimalkan.
Focal Length terbatas
Dalam sebuah kebun binatang, ada seekor Harimau dalam kandang. Jarak antara kandang Harimau dengan batas pengunjung sekitar 10 meter, di sini Anda ingin memotret Harimau tersebut secara close-up dengan menggunakan lensa 18-55mm. Mungkin dalam situasi ini Anda akan mengalami kesulitan karena Focal Length lensa yang sangat terbatas. Lain halnya jika Anda menggunakan lensa jenis lain, terutama Tele dengan contoh ukuran 55-200mm atau mungkin 70-300mm.
Kualitas body yang kurang kokoh
Lensa umumnya dirancang dengan ukuran yang cukup kecil dan simple, sayangnya kerampingan ukuran tidak dibarengi dengan kualitas bahannya. Saat ini banyak lensa yang hanya dibuat dengan bahan plastik dan karet yang bisa melar. Berbeda jika Anda menggunakan lensa yang lebih mahal karena biasanya dibuat dengan bodi serta mounting yang dilapisi dari bahan logam serta bisa digunakan di cuaca buruk sekalipun.

Baca juga :

Sistem Autofocus yang berisik
Ada banyak rekan-rekan fotografer pemula yang mengeluhkan akan bunyi Autofocus pada lensa ini. Bunyi tersebut biasanya dapat muncul ketika lensa ini digunakan untuk memotret objek yang rumit dan Autofocus berusaha keras mencari subjek dengan tepat.
Keterbatasan untuk memotret makro
Memang lensa ini tidak dirancang khusus untuk pemotretan makro, meskipun banyak juga rekan-rekan fotografer yang menggunakannya untuk memotret benda-benda kecil. Untuk kualitas Anda jangan berharap banyak, terutama dari ketajaman yang dihasilkan dan inilah salah satu kekurangannya. Selain itu, terkadang sistem Autofocus pada lensa ini kesulitan jika memotret benda kecil. Lebih buruk lagi Autofocus pada lensa ini tidak dapat melakukan fokus bahkan ini berdampak pada tombol shutter yang tidak mampu melakukan release. Jika ingin memotret makro, mungkin Anda harus mengganti dengan lensa makro khusus atau bisa menggunakan lensa prime (fixed) yang mampu menghasilkan gambar lebih tajam.
Aperture terbatas
Salah satu kekurangan yang paling utama, yakni pada bukaan atau Aperture. Khalayak ramai sudah memahami bahwa lensa ini adalah lensa yang lambat, sehingga tidak memiliki aperture maksimal yang lebar. Mengapa demikian? Sederhana saja, karena semakin lebar Aperture maksimal maka harus didukung dengan semakin besarnya bodi lensa. Anda bisa mencoba, saat melakukan perbesaran maksimal focal length hingga 55mm, maka biasanya Aperture pada lensa ini hanya sampai angka f5.6. Angka Aperture bisa didapatkan maksimal hingga f3.5 jika Anda hanya menggunakan focal length 18mm.
Kurangnya perangkat tambahan Lens Hood
Body lensa jika diperhatikan memang sangat sederhana saja, salah satu hal yang membuatnya terlihat simple adalah tidak adanya perangkat tambahan Lens Hood kecuali lensa berukuran 18-105 pada Nikon. Tampaknya inilah yang juga menjadi kekurangan lensa ini karena sebenarnya Lens Hood mempunyai banyak kegunaan seperti membatasi cahaya liar yang masuk serta melindungi ujung lensa dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Senin, 24 Oktober 2016

TEKNIK-TEKNIK FOTOGRAFI DASAR


Teknik-teknik Fotografi Dasar
Buat kamu yang pemula atau baru saja memiliki kamera DSLR, ada beberapa teknik dasar yang harus dikuasai untuk bisa beradaptasi dengan kamera. Dinamakan teknik dasar karena teknik ini menjadi pondasi dari semua teknik memotret di tingkat berikutnya.

Ada beberapa teknik dasar yang harus diketahui fotografer pemula. Di bawah ini IDS bagikan beberapa teknik yang paling mendasar, sebelum mengenal kameramu lebih lanjut.

A. Teknik Memegang Kamera
Pada dasarnya teknik ini digunakan untuk mengurangi getaran saat memotret. Alasannya sederhana, jika kamera tidak stabil ketika mengambil gambar, hasilnya sudah pasti tidak akan maksimal. Cara agar kamu bisa kokoh memegang kamera bisa mengikuti saran di bawah ini.
1. Tangan kanan
Gunakan tangan kanan untuk memegang bagian kanan kamera. Telunjuk di posisi shutter, ibu jari di bagian belakang kamera. Sedangkan tiga jari lainnya menggenggam erat bagian kamera di bagian depan.

2. Tangan kiri
Posisi tangan kiri tergantung kepada kamera yang kamu gunakan. Tetapi pada umumnya tangan kiri digunakan untuk menopang berat kamera, atau juga menopang lensa jika menggunakan lensa panjang.

3. Posisi badan
Agar lebih stabil saat memotret, kamu bisa bersandar ke obyek solid atau bisa dengan berlutut. Jika dalam posisi berdiri dan tidak menemukan sandaran, kamu bisa melebarkan kedua kaki untuk memperkuat kuda-kuda.


B. Teknik Menekan Shutter
Menekan shutter terkadang tidak semudah seperti yang terlihat, terutama ketika menggunakan mode continuous shooting. Untuk bisa lebih mengontrol, jangan memakai ujung telunjuk untuk menekan shutter. Gunakan bagian datar di telunjuk lalu tekan perlahan untuk menemukan fokus sebelum menekan penuh untuk mengambil gambar.
Satu tips lagi yang juga membantu adalah ambil nafas terlebih dahulu sebelum menekan shutter. Cara ini membantu mengantisipasi getaran yang timbul karena kita mengambil nafas saat menekan shutter.

C. Teknik menentukan fokus
Kamera terkadang menghasilkan foto dengan fokus yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Coba beberapa tips di bawah ini untuk menemukan foto dengan fokus objek sesuai keinginan kamu.
  1. Tentukan objek.
  2. Letakkan objek yang akan dibuat fokus di tengah-tengah frame kamera (biasanya fokus diarahkan pada wajah).
  3. Dengan objek yang ingin dibuat fokus berada di tengah frame, tekan tombol shutter hingga setengahnya hingga muncul tanda fokus di viewfinder/live lcd. Dengan cara ini, kamera akan fokus pada titik itu.
  4. Jangan lepaskan tombol shutter yang setengah ditekan, atur lagi frame yang kamu inginkan kemudian tekan shutter hingga penuh.

Tidak ada cara yang lebih ampuh untuk menguasai kameramu selain banyak berlatih. Pahami tekniknya, nikmati saat berlatih menggunakan kameramu, karena tidak ada guru yang lebih baik selain pengalaman. Nantikan teknik dasar lainnya.

Photo Credit : Photo Extremist via Compfight cc
Source :1 2

MENGENAL 5 TEKNIK FOTOGRAFI PROFESIONAL


MENGENAL 5 TEKNIK FOTOGRAFI PROFESIONAL

Mengenal 5 Teknik Fotografi Profesional
Setelah memahami teknik fotografi dasar, sekarang saatnya kamu pelajari lebih dalam tentang teknik fotografi profesional yang sering digunakan fotografer master dalam membidik foto. Dengan demikian, kamu bisa meng-explore teknik fotografi lebih banyak lagi dengan pengetahuan yang lebih luas di bidang fotografi.

  1. FOTOGRAFI HDR (HIGH DYNAMIC RANGE)

HDR adalah serangkaian teknik yang digunakan dalam bidang fotografi untuk memproduksi sebuah jangkauan cahaya dinamis yang lebih besar dibanding menggunakan teknik fotografi standar. Kamera non-HDR hanya bisa mengambil gambar dengan jangkauan pencahayaan terbatas, hasilnya kurang detail pada area gelap atau terang. Sementara teknik HDR mampu menutupi kekurangan ini dengan mengambil banyak foto pada tingkat pencahayaan berbeda dan menggabungkannya untuk menghasilkan foto dengan jangkauan tone yang lebih luas. Foto HDR dapat diolah di Photoshop atau PhotoMatrix.
el-guapo by Sven Fennema
(c) Photo by Sven Fennema | 1x.com
Golden Gate by vgm8383
(c) Photo by vgm8383 | flickr.com
Place Jacques Cartier by Bcharbon
(c) Photo by bcharbon | eyefetch.com

  1. FOTOGRAFI HIGH SPEED

Fotografi High Speed pada dasarnya adalah teknik menangkap gambar dengan shutter yang sangat cepat. Shutter speed untuk fotografi high speed jauh lebih cepat, 1/8000 detik. Denganshutter speed yang lebih cepat, fotografer bisa membekukan momen dan menghilangkanblur. Mengambil high speed foto harus menggunakan lensa dengan aperture yang lebar, pencahayaan yang terang atau ketepatan pengaturan ISO. Ditambah lagi kamera harus memiliki sensor yang baik, shutter, dan lampu sorot yang baik.
Something new by Lucky Lucas
(c) Photo by Lucky Lucas | flickr.com
Splash dan Dan D
(c) Photo by Dan D. | flickr.com
Title by Chaval Brasil
(c) Photo by Chaval Brasil | flickr.com

  1. FOTOGRAFI SOFT FOCUS

Foto soft focus dihasilkan dengan menggunakan kamera khusus yang menciptakan garis lembut di foto sedikit buram dan garis tepi yang tajam. Gaya foto ini sering diibaratkan dengan dreamy atau glamour style yang banyak digunakan untuk fashion atau wedding photography. Ada beberapa kamera modern yang dapat menghasilkan foto soft focus. Atau kamu bisa menggunakan cara yang lebih ekonomis dengan meletakkan lensa soft focus di depan lensa biasa kemudian memberikan efek di photoshop.
Have-a-nice-day-in-springtime Ernie
(c) Photo by Ernie | flickr.com
Sunflower-with-soft-focus by Rycha
(c) Photo by Rycha | eyefetch.com
Explore-highest Mat
(c) Photo by Mat | flickr.com

  1. FOTOGRAFI INFRARED

IR fotografi adalah seni menangkap cahaya yang tak terlihat, sehingga disebut spektrum warna Infra Red. Saat ini sangat memungkinkan untuk memotret IR menggunakan kamera digital. Untuk menghasilkan foto IR, kamu memerlukan filter IR dan juga tripod. Di sini tripod berfungsi sebagai stabilizer saat memotret dengan menggunakan shutter speed yang lambat dan exposure kecil.

Infrared-Canyon-Grand  by Jerry Berry
(c) Photo by Jerry Berry | 1x.com
White-Christmas-Tree by Ronald Suello
(c) Photo by Ronald Suello | flickr.com
Fall-Season-Wonders by Uchinan-Chu
(c) Photo by Uchinan-Chu | deviantart.com

  1. FOTOGRAFI FISHEYE

Fisheye memanfaatkan lensa fisheye dengan pandangan melingkar 180 derajat. Fotografer dapat menghasilkan foto dengan perspektif yang sangat berbeda, baik itu indoor atauoutdoor. Angle yang super lebar dengan titik fokus tertentu mampu memberikan warna berbeda di foto yang dihasilkan. Pada awalnya, lensa fisheye dibuat untuk memotret seluruh awan demi kepentingan penelitian di bidang meteorologi.

Keep-a-tight-ass by anto XIII
(c) Photo by anto XIII | flickr.com
Guitar by 5y12u3k
(c) Photo by 5y12u3k | flickr.com
Horseshoe-Bend-Page-Arizona by Ian_Boys
(c) Photo by Ian_Boys | flickr.com

Luar biasa bukan foto-foto dari para fotografer profesional? Menjadi profesional tidak bisa mudah dicapai dengan cara yang instan. Jika ingin menjadi salah satu fotografer pro dengan karya yang menakjubkan, berlatihlah dengan tekun dan tidak mudah menyerah adalah kunci utamanya.

Sumber: 1 2
Image Credit: Kiama Sunrise HDR by Toma Iakopo | Tomojo Photography  is licensed underCC BY 2.0

Selasa, 11 Oktober 2016

Pengertian Photo Lanscape


PENGERTIAN FOTO LANDSCAPE

Pengertian Photo Lanscape

Bagi penyuka landscape photography, istilah hyperfocal distance (jarak hiperfocal) mungkin tidak begitu asing. Tetapi bagi pemula dan pembelajar yang memulai menyukai landscape photography seperti saya, tentu istilah ini perlu ditelusuri lebih lanjut. Selama ini prinsip yang saya pakai dalam landscape photography sangat sederhana dan amatir sekali: asal obyek masuk ke frame jepret deh, he he he. Ternyata ada hal-hal yang perlu dipahami secara lebih serius jika ingin memfokuskan diri ke dalam landscape photography.

Baiklah, langsung saja ke pokok permasalahan: Hyperfocal Distance. Dari beberapa sumber yang saya peroleh, berikut ini adalah beberapa pengertian tentang hyperfocal distance. Pada bagian 1 ini pembahasan akan dibatasi pada seputar pengertian dasar hyperfocal distance.

Fokuskan lensa pada hyperfocal distance dan segala sesuatu mulai dari jarak paling dekat sampai tak terhingga akan tajam. Foto landscape seringkali diambil menggunakan lensa ayng difokuskan pada hyperfocal distance; obyek yang dekat dan jauh akan tajam di dalam foto tersebut.
Jarak dari lensa ke suatu titik focus dimana dari titik focus tersebut ke infinity (tak terhingga) adalah tajam. Tambahan: setengah dari jarak dari titik tersebut kearah lensa juga ikut tajam (acceptable sharpness).  Ini dikarenakan sebetulnya kita meletakkan titik focus dari kamera/lensa kita pada titik jarak hiperfocal tersebut untuk mendapatkan bidang DOF (depth of field) seluas-luasnya dari titik/jarak tersebut ke infinity (tak terhingga) tapi kurang lebih setengah jarak dari titik tersebut kedepan (kearah) lensa juga ikut tajam dalam batasan acceptable sharpness (ketajaman yang masih bisa diterima).
Hyperfocal distance adalah jarak dimana semua obyek dapat dimasukkan ke dalam fokus “yang dapat diterima”. Berdasarkan nilainya, ada dua pengertian tentang hyperfocal distance. Pertama, hyperfocal distance adalah jarak terdekat dimana lensa dapat difokuskan sementara obyek pada jarak tak terhingga tetap tajam; yakni jarak fokus dengan depth of field maksimal. Ketika lensa difokuskan pada jarak ini, semua obyek pada jarak setengah hyperfocal distance sampai ke tak terhingga akan tajam. Pengertian kedua, hyperfocal distance adalah jarak dimana semua obyek tampak tajam, untuk lensa yang difokuskan pada titik tak terhingga. Kedua pengertian ini tidak perlu menyebabkan kebingungan karena pada dasarnya sama.

PENGERTIAN FOTO HUMAN INTEREST


Apa itu foto Human Interest?

PENGERTIAN FOTO HUMAN INTEREST
Human Interest dalam karya fotografi sendiri kalau dijabarkan adalah menggambarkan kehidupan pribadi manusia atau interaksi manusia serta ekspresi emosional yang memperlihatkan manusia dengan masalah kehidupannya, konsentrasi atau mencapai sebuah kesuksesan hidup, yang mana kesemuanya itu membawa rasa ketertarikan dan rasa simpati bagi para orang yang menyimak gambar tersebut diatas.
Fotografi Human Interest dapat pula berupa cerita di belakang sebuah kejadian, organisasi atau sebaliknya peristiwa sejarah yang sangat memukau. Detail gambar yang bisa di lihat sebagai contoh balada seorang tentara dalam masa perang, profil seseorang yang sedang mencapai puncak kesuksesannya dalam karirnya.
Fotografi Human Interest di Indonesia lebih populer dalam menggambarkan sisi-sisi kehidupan masyarakat kalangan bawah. Kehidupan masyarakat kalangan bawah atau bisa dikatakan sebagai kaum tidak mampu mempunyai banyak masalah-masalah kehidupan mereka yang sangat komplek, sehingga cerita tersebut dapat diungkapkan dalam media fotografi. Perlu kita ingat bahwa sebagian besar masayarakat di Indonesia sekarang ini masih hidup di bawah garis kemiskinan, sehingga cerita ini menarik perhatian dan banyak diangkat ceritanya dalam berbagai media, salah satunya fotografi Human-Interest.
Perlu kita cermati beberapa point penting yang kita harus ingat dalam membuat sebuah karya foto Human Interest adalah:
Perhatikan suasana dan karakter pada lokasi yang ingin kita bidik, unsur-unsur apa saja yang kiranya menarik untuk kita bidik, hal ini untuk membangun sebuah dasar konsep hasil karya fotografi kita. Cobalah untuk memulai untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, agar kita lebih leluasa ketika membidik lewat kamera kita.
Seorang fotografer harus cepat dan tepat dalam menyadari kemudian mengambil moment yang tepat untuk di bidik, karena keadaan dari moment tersebut sangat cepat sekali berlalu. Detik demi detik selalu terjadi perubahan suasana yang tidak sama danmoment tersebut tidak dapat kembali pada saat yang sama. Pendek kata kita harus konsentrasi pada lokasi.
Tips dalam memotret Human Interest
  • Untuk membuat foto human interest yang bagus, dibutuhkan karakter yang kuat/menarik, ekspresi yang hidup dan cerita yang menyentuh.
  • Human interest biasanya dibuat dengan candid, yaitu orang yang dipotret tidak merasa difoto, tidak diarahkan oleh fotografer/penata gaya sehingga berkesan alami dan orisinil. Jika diarahkan dan setting lampu, special effect, atau olah digital/manipulasi secara berlebihan, jadinya hasil foto lebih cocok masuk dalam kategori portrait atau conceptual photography.
  • Momen dalam memotret sangat penting, menguasai pengaturan kamera merupakan keharusan.
  • Masih kaitannya dengan menangkap momen, gunakan foto berturut-turut untuk menangkap momen yang setiap detiknya berubah dengan cepat.
  • Lensa telefoto yang memiliki jarak fokus antara 50-300mm akan membantu untuk memotret secara candid, meskipun lensa menengah dan lebar juga bisa untuk human interest jika Anda memiliki hubungan yang baik dengan subjek foto.
  • Memotret dengan kamera compact bisa juga efektif terutama memotret dari jarak dekat. Subjek tidak akan merasa terintimidasi dan bereaksi seperti saat kita mengunakan kamera DSLR dan lensa yang besar.
  • Komposisi yang baik adalah yang menonjolkan ekspresi atau bahasa tubuh subjek foto dari lingkungan hidupnya.
Fotografi human interest (HI) adalah potret dari kehidupan seseorang yang menggambarkan suasana/mood dan menimbulkan simpati dari orang yang melihatnya.
Awalnya, human interest photography lebih termasuk kedalam bagian dari fotojurnalisme, yaitu menggambarkan kehidupan dan interaksi manusia dengan lingkungannya, dan lalu bertujuan supaya mengetuk hati orang-orang untuk bersimpati dan melakukan sesuatu untuk membantu subjek foto.
Di dalam fotojurnalisme, human interest termasuk dalam bagian feature. Bagian ini biasanya sisipan dan bukan untuk berita utama. Kategori human interest lebih banyak tentang kehidupan individu atau masyarakat biasa yang jarang diulas.
Human Interest cukup luas cakupannya tapi sering dicampur-adukkan adukkan dengan kategori lain seperti Portrait photography, culture photography (budaya), street photography, travel photography, conceptual photography, dll.
Kebanyakan foto human interest adalah menggambarkan kehidupan masyarakat dengan ekonomi lemah atau di daerah pedalaman, tapi sebenarnya human interest tidak membatasi pada subjek masyarakat kelas bawah saja, tapi juga termasuk potret keberhasilan dari masyarakat kelas atas.
Foto human interest bisa terdiri dari satu foto atau rangkaian foto yang bercerita (photo story/essay).

Kamis, 15 September 2016

Pengertian Jurnalistik


Pengertian Jurnalistik


Pengertian Jurnalistik, Sejarah Jurnalistik & Menurut Para Ahli|Secara Umum, Pengertian Jurnalistik adalah proses, teknik dan ilmu pengumpulan, penulisan, penyuntingan dan publikasi berita. Jurnalistik atau Kewartawanan berasal dari kata Journal yang berarti catatan harian atau catatan mengenai kejadian sehari-hari, atau diartikan dengan surat kabar. Kata Journal berasal dari bahasa Latin dari kata Diurnalis, yang berarti orang yang melakukan pekerjaan jurnalistik.  Jadi Secara Etiomologis (asal Usul Kata/istilah kata), jurnalistik adalah laporan tentang peristiwa sehari-hari yang saat ini kita kenal dengan istilah "berita" (news). Sedangkan secara singkat/sederhana adalah kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan atau pelaporan setiap hari. 
Sedangkan menurut Kamus, Pengertian jurnalistik adalah kegiatan untuk menyiapkan, mengedit, dan menulis untuk surat kabar, majalah, atau berkala lainnya. Menurut Lesikom Kominikasi, pengertian jurnalistik adalah pekerjaan mengumpulkan, menulis, menyunting, dan menyebarkan berita dan karangan untuk surat kabar, majalah dan media massa lainnya misalnya radio dan televisi. 

Pengertian Jurnalistik Menurut Para Ahli

Pengertian Jurnalistik Menurut Para Ahli - Selain pengertian jurnalistik diatas, terdapat beberapa para ahli/tokoh-tokoh yang mendefinisikan pengertian jurnalistik. Pengertian jurnalistik menurut para ahli adalah sebagai berikut... 
  • F.Fraser Bond: Pengertian jurnalistik menurut F.Fraser Bond adalah segala bentuk yang membuat berita dan ulasan mengenai berita sampai pada kelompok pemerhati. 
  • M.Ridwan: Menurutnya, pengertian Jurnalistik adalah suatu kepandaian praktis mengumpulkan, mengedit berita untuk pemberitaan dalam surat kabar, majalah, atau terbitan terbitan berkala lainnya. 
  • Adinegoro: Pengertian Jurnalistik menurut Adinegoro adalah semacam kepandaian karang mengarang yang pokoknya memberi perkabaran pada masyarakat dengan selekas-lekasnya agar tersiar seluas-luasnya. 
  • Summanang: Menurunya, pengertian jurnalistik adalah segala sesuatu yang menyangkut kewartawanan. 
  • Onong U. Efendi: Jurnalistik adalah teknik mengelola berita sejak dari mendapatkan bahan sampai kepada menyebarluaskannya kepada khalayak. 
  • Amar dan Sumadiria: Pengertian Jurnalistik adalah kegiatan mengumpulkan, mengolah, dan menyebarkan berita kepada khalayak seluas-luasnya/ 
  • Erik Hodgins (Redeaktur Majalah Time): Menurutnya pengertian jurnalistik adalah pengiriman informasi dari sini ke sana dengan benar, seksama, dan cepat, dalam rangka membela kebenaran dan keadilan. 
  • A.W. Widjaya: Pengertian Jurnalistik menurut A.W. Wijaya merupakan suatu kegiatan komunikasi yang dilakukan dengan cara menyiarkan berita ataupun alasannya mengenai berbagai peristiwa atau kejadian sehari-hari yang aktual dan factual dalam waktu yang secepat-cepatnya. 
  • Roland E. Wolseley: Menurunya, Pengertian Jurnalistik adalah pengumpulan, penulisan, penafsiran, pemrosesan, dan penyebaran informasi umum, pendapat pemerhati, hiburan umum secara sistematis dan dapat dipercaya untuk diterbitkan pada surat kabar, majalah, dan disiarkan di stasiun siaran. 
  • Ensiklopedia Indonesia: jurnalistik adalah bidang profesi yang mengusahakan penyajian informasi tentang kejadian dan atau kehidupan sehari-hari secara teratur, dengan menggunakan sarana-sarana penerbitan yang ada.

Sejarah Jurnalistik Indonesia 

Sejarah Jurnalistik Indonesia - Awal mulanya, sejarah jurnalistik diawali dari komunikasi antar manusia yang bergantung dari mulut ke mulut. Catatan sejarah yang berkaitan dengan penerbitan media massa terpicu penemuan mesin cetak oleh Johannes Getenberg. 

Di Indonesia, perkembangan kegiatan jurnalistik diawali oleh Belanda. Sebagian pejuang kemerdekaan Indonesia pun menggunakan kewartawanan sebagai alat perjuangan. Di era-era inilah Bintang Timoer, Java Bode, Bintang Barat, dan Medan Prijaji terbit. 

Pada masa kedudukan Jepang mengambil alih kekuasaan, dimana setiap korang dilarang. namun pada akhirnya ada lima media yang mendapat izin terbit: Sinar Baru, Asia Raja, Suara Asia, Tjahaja, dan Sinar Matahari. 

Dan semenjak kemerdekaan Indonesia yang membawa keuntungan bagi kewartawanan. Pemerintah Indonesia menggunakan Radio Republik Indonesia sebagai media komunikasi. Menjelang penyelenggaraan Asia Games IV, peemrintah memasukkan proyek televisi. Sejah tahun 1962 tersebut Televisi Republik Indonesia hadir dengan teknologi yang layar hitam putih. 

Di Era Presiden Soeharto, media massa banyak dibatasi. Seperti kasus Majalah Tempo dan Harian Indonesia Raya merupakan dua contoh bukti sensor dalam kekuasaan Era Soeharto. Kontrol yang dipegang oleh PWI (Departemen Penerangan dan persatuan Wartawan Indonesia). Dari situasi tersebut muncullah Aliansi Jurnalis Independen yang mendeklarasikan diri di Wiswa Sirna Galih, Jawa Barat. Sebagian dari aktivitasnya berada di sel tahanan. 

Sejarah kemerdekaan Pers/jurnalis beradap di titik saat Soeharto di gantikan oleh BJ Habibie. Disaat itulah banyak media massa yang muncul dan PWI bukan satu-satunya organisasi profesi. 

Kegiatan kewartawanan diatur oleh UU Pers No. 40. Tahun 1999 yang dikeluarkan Dewan Pers dan UU Penyiaran No. 32 Tahun 2002 yang dikeluarkan Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI.

Bentuk-Bentuk Jurnalistik

Bentuk-bentuk jurnalistik terbagi dalam 3 bagian besar antara lain sebai berikut..
  • Media Cetak 
  • Media elektronik auditif
  • Audio Visual